Tretinoin: Cerita dari Seorang Teman Baik

Ada seorang teman yang berkeluh kesah pada saya. Ia mempunyai masalah kulit yaitu jerawat yang walaupun tak banyak tapi selalu muncul. Awalnya dicuekin, lama- kelamaan kok makin membandel, padahal dia merasa sudah sering membersihkan wajah dengan rutin. (Baca juga: √ 7+ Cara Membersihkan Wajah Kusam yang Benar)

Hilang di tempat yang satu eh muncul ditempat yang lain. Berasa kayak main kucing-kucingan dengan jerawat. Nggak asyik banget kan?

Karena saya berpendapat bahwa setiap masalah kulit harus segera diselesaikan, saya kemudian menyarankan agar dia segera mengobati jerawat tersebut. Ibarat banyak jalan menuju roma, mengobati gangguan kulit pun bisa dengan banyak cara. Teman saya memilih menemui dokter.

Beberapa hari kemudian saya bertemu lagi dengannya dan terkejut. Wajahnya yang semula berjerawat kini mulus halus kinclong. Wiihhh, saya penasaran sekaligus curiga. Cerita punya cerita, ternyata dokter memberinya krim racikan yang mengandung  tretinoin 0.01.

Saya yang memang penganut herbal, merasa itu bukanlah langkah yang bijak. Mengapa? Karena saya sedikit banyak tahu bahwa tretioin memang merupakan obat luar yang digunakan untuk mengatasi jerawat.

Namun begitu, tak bisa diandalkan dalam jangka waktu lama. Efeknya memang cepet banget terlihat. Membuat wajah putih, halus dan mulus, tapi jika penggunaanya dihentikan maka masalah kulit akan kembali muncul bahkan lebih parah.

Benar saja. Tiga minggu kemudian saat krim nya habis, teman saya sedang dinas keluar kota. Nggak mungkin dong ya balik ke Yogyakarta cuma buat beli itu krim. Alhasil wajahnya bruntusan dan jerawat kembali muncul bahkan jauh lebih banyak karena empat hari tak menggunakan krim tersebut. Teman saya sangat bingung karena benar terjadi seperti yang pernah saya katakan padanya.

Ia kemudian kembali ke klinik itu dan diberi krim tretinoin lagi dengan dosis yang lebih tinggi yaitu 0.05. ia menggunakannya dan wajah kembali mulus. Begitu seterusnya, hingga suatu saat teman saya pun berpikir. Mau sampai kapan pake tretinoin? Kami kembali berbincang dan saya menjelaskan padanya efek samping nya jika digunakan dalam jangka waktu lama.

Menggunakan tretinoin bukannya tidak boleh. Boleh saja, asal sesuai anjuran dokter dan tidak digunakan secara konstan atau terus menerus dalam waktu lama. Jika berlebihan, bukannya merawat kesehatan kulit malah akan membahayakan tubuh. Apa saja efek samping  nya?

  1. Karena sifatnya yang mampu mengikis lapisan kulit maka menggunakan tretinoin akan menyebabkan kulit mengelupas, kemerahan, kering, gatal, dan sensitif terhadap cahaya terutama matahari.
  2. Walaupun sering digunakan untuk mengatasi jerawat, tretinoin dapat menambah luka pada jerawat sehingga meninggalkan komedo hitam dan flek bekas jerawat berwarna gelap bahkan terang pada kulit.
  3. Menggunakan bahan tersebut akan berbahaya jika ada riwayat kanker kulit dalam keluarga.
  4. Menggunakan tretinoin tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui.

Empat poin itu baru efek samping lho ya. Belum lagi bahaya yang ditimbulkan jika over dosis menggunakan tretinoin. Alamak!!! Bisa menyebabkan sakit kepala, gangguan kulit serius, pusing, mual, bahkan kehilangan koordinasi. Ngeri atau ngeri banget?

Bukan untuk membela diri, tapi semua orang juga tau kalau menyembuhkan gangguan penyakit secara herbal itu akan jauh lebih baik. Hasilnya memang tdk langsung terlihat. Butuh waktu, butuh proses. Tapi hasilnya sungguh luar biasa! Sehat untuk jangka panjang, tidak menyebabkan ketergantungan dan tanpa efek samping.

Bagaimanapun juga, tubuhmu adalah milikmu. Kulitmu adalah milikmu. Tentukan pilihanmu, dan pastikan tidak menyakiti dirimu sendiri. Btw sudah cek harga Nu Amoorea belum?