Kortikosteroid: Apakah Itu Baik bagi Tubuh?

Salah satu kandungan dalam krim racikan dokter maupun skincare adalah kortikosteroid. Sebenarnya apa sih itu? Kortikosteroid sebenarnya merupakan obat anti inflamasi. Penggunaanya secara umum untuk meredakan beberapa gejala seperti bengkak, ruam, gatal, dan alergi.

Obat ini tidak selalu ditulis dengan nama kortikosteroid pada kemasannya. Nama lainnya antara lain Hidrokortison, Betamethason, Dexamethason, Triamsinolon, Prednison, Metilprednison, dan lain sebagainya. Nah, sekarang coba cek dulu deh, pada kemasan kosmetik yang kamu pake sehari-hari ada nama-nama ini nggak??

Sebenarnya, kortikosteroid merupakan sekumpulan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Letaknya diatas ginjal. Jadi, tubuh kita yang sudah diciptakan secara luar biasa oleh Tuhan ini, sudah menghasilkan zat ini sendiri.

Hanya saja, karena satu dan lain hal,tubuh kita nggak cukup menyediakan nya sehingga muncullah berbagai gangguan pada kesehatan kulit. Disinilah kortikosteroid sintetis dibuat, dan diharapkan dapat menutupi kekurangan yang sebenernya alami dalam tubuh.

Walaupun bertujuan baik, yang namanya sintetis bukanlah hal yang mutlak baik bagi tubuh. Obat kortikosteroid  baik jika diperoleh dengan resep dokter dan tidak digunakan dalam jangka waktu lama.

Nah, perawatan muka degan krim racikan skincare atau dokter biasanya dibuat untuk digunakan dalam waktu lama. Namanya juga orang dagang. Pasti inginnya orang beli dagangannya terus dong ya!

Kata orang, kortikosteroid bagaikan ‘obat dewa’. Kok bisa? Karena seakan mampu menghentikan berbagai reaksi kulit yang berlebihan tadi. Sampai disini, perlu diketahui efek samping penggunaan obat dewa ini dalam jangka waktu lama (walau dengan resep dokter sekalipun).

Menurut NHS (Badan Layanan Kesehatan di Inggris), efek samping yang paling sering muncul dari penyalahgunaannya adalah perubahan mood, nafsu makan, bahkan kesulitan tidur.

Jika penggunaannya diteruskan dengan dosis yang lebih tinggi maka efeknya akan berupa perasaan lemas, hipotensi dan hipoglikemia. Parahnya, jika tetap diteruskan penggunaanya bahkan jika efek -efek yang timbul tidak ditangani dengan cepat, akan berujung pada kematian. Ngeri banget kan itu?

Saya jadi teringat, dulu waktu masih jadi sapi perah salah satu skincare ternama, dalam kurun waktu tertentu dosis krim saya ditingkatkan. Sebenarnya sudah mikir sih, kalau dosisnya dinaikkan berarti kulit sudah jenuh dengan dosis semula. Padahal, penggunaan kortikosteroid dalam waktu lama apalagi dengan dosis tinggi (walaupun dengan resep dokter sekalipun) akan tetap berbahaya.

Hampir sepuluh tahun saya menggunakannya. Terbayang kan, berapa banyak racun yang sudah saya timbun dalam kulit. Pantesan, waktu masih menggunakan semua krim itu, wajah kinclong, mulus tanpa jerawat dan komedo bahkan flek hitam bekas jerawat juga tertutupi. Wow!

Karena kortikosteroid itu tadi. Ia menekan reaksi kulit berlebihan sehingga tidak muncul. Menekan alias menyembunyikan lho ya, bukan menyembuhkan! Karena itu, begitu berhenti menggunakan semua krim itu, langsung deh keluar semua ‘borok’ yang sudah sembunyi sekian tahun.

Bagaimanapun juga, yang disembunyikan dan ditutupi akan selalu berujung ketahuan. Karena itu, akan lebih baik jika permasalahn kulit itu disembuhkan. Dibersihkan wajah dari semua racun yang sudah menumpuk dikulit sampai benar-benar bersih kemudian di beri nutrisi.

Karena kulit adalah investasi, ia layak diberikan yang terbaik dengan Amoorea sabun!