Hidroquinon apakah Penting bagi Kulitmu?

Bagi yang suka tempel oles krim perawatan wajah atau tubuh, tentu sudah nggak asing dengan kata satu ini. Hidroquinon. Apa sebenarnya hidroquinon ini? Zat yang katanya ampuh bikin kulit putih dan wajah jadi bersih ini merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi yang terjadi pada kulit.

Hiperpigmentasi merupakan penggelapan kulit yang terjadi setelah peradangan. Bingung ya? Bahasa sederhana aja ya. Hiperpigmentasi itu contohnya bekas jerawat, flek, komedo dan bekas luka. Penggelapan kulit juga bisa terjadi karena faktor hormonal. Ibu hamil dan menyusui cenderung mengalami penggelapan kulit karena saat hamil maupun menyusui terjadi perubahan hormon.

Nah, berapa banyak orang yang mengalami hiperpigmentasi kulit? Banyak banget kan? Dan saya yakin, jumlahnya bertambah setiap harinya. Banyak faktor penyebab sih. Pola hidup tak sehat yang mencakup pola makan dan pola istirahat yang tidak seimbang. Tingkat stress yang tinggi juga menjadi pemicu. Lapisan ozon yang semakin menipis pun membuat sinar matahari langsung bebas merdeka menyorot bumi, memicu timbulnya flek hitam akibat paparan sinar matahari.

Karena itulah krim racikan dokter maupun skincare laris manis ga ada matinya. Dari yang merk terkenal sampe yang merk abal-abal ada banyak bertebaran. Dan percaya nggak? Konsumen mereka pun semakin hari makin bertambah. Pada dasarnya setiap orang terutama wanita ingin tampil cantik mempesona. Ingin punya kulit sehat bebas dari semua masalah kulit termasuk hiperpigmentasi.

Melihat peluang itulah, hidroquinon kemudian dijadikan campuran dalam krim racikan skincare dan dokter. Hasilnya memang luar biasa. Kulit jadi ‘kelihatan’ bersih tanpa hiperpigmentasi. Bagus dong ya berarti.

Tunggu dulu! Pemakaian hidroquinon memang harus berdasarkan resep dokter. Namun penggunaan obat ini dalam jangka waktu lama dan terus menerus akan memberi dampak negatif. Apa aja sih dampak negatifnya?

Karena hidroquinon adalah obat, sesungguhnya tidak boleh digunakan dalam campuran kosmetik apapun. Jika tidak, akan menimbulkan iritasi kulit, rasa kesemutan, alergi, terbakar, kemerahan, kering, dan akan memberi efek ketergantungan. Hidroquinon juga dapat menyebabkan ochronosis yaitu keracunan pada kulit yang berdampak pada rusaknya kulit dan berimbas pada kesehatan tubuh yang terganggu.

Untuk orang biasa aja dilarang penggunaannya dalm kosmetik, apalagi untuk ibu hamil dan menyusui. Tentu tidak boleh! Tak hany itu, penggunaan hidroquinon dalam jangka waktu lama juga disinyalir dapat menyebabkan kanker kulit. Kok bisa? Karena hidroquinon memicu penurunan produksi pigmen melanin yang berfungsi untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV.

Saya sering bertemu cewek yang mukanya terlihat kemerahan kayak kepiting rebus saat kena matahari maupun saat berkeringat. Wajar dong saya curiga ada hidroquinon dalam kosmetik yang dia pakai sehari-hari. Karena hidroquinon bersifat photosensitive sehingga akan membuat kulit menjadi super sensitif terhadap paparan cahaya terutama cahaya matahari. Ngeri kan? Masa harus dikurung dalam rumah dan ga boleh kena matahari sama sekali seumur hidup gara-gara hidroquinon.

Memang penggunaan hidroquinon dalam campuran kosemetik memang akan langsung terlihat hasilnya. Tidak butuh waktu lama memang. Sehari dua hari langsung kulit wajah putih cerah. Tapi itu sama saja menumpuk racun dikulit lho! Merusak kulit dan mematikan. Tidak langsung terasa bahayanya memang. Tapi lama kelaman dengan racun yang selalu diberikan pada kuilit, tubuh akan kalah. Saat itu, berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang mematikan akan segera menghampiri.

Yang herbal aja yuk! Seperti sabun Amoorea asli.

Walau butuh proses dan ketelatenan, tapi sudah dipastikan menyehatkan. Tak hanya kulit tapi juga tubuh. Mari bijak dalam memberikan apa saja untuk kulit, termasuk kosmetik.